Sudah sering baca tentang tips-tips membuka bisnis food & beverage?
-Ya.
Tips apa yang biasanya sering nongol?
-Hmm... Rasa makanan/minuman? Riset mendalam tentang konsumen blablabla...
Bapak ibu, jika Anda teliti lagi, bukanlah rasa atau teknis lainnya yang paling sering diulas para penulis tersebut, melainkan: LOKASI. Ya, lokasi!
Kenapa lokasi sangat penting untuk sebuah usaha? Coba tanya diri sendiri: apa kamu mau pergi ke tempat yang terpencil sering-sering cuma untuk makan/minum biarpun enak? Nggak? Kenapa? Karena buang waktu, energi, dan tentunya bikin esmosi. Ya kan? Sebaliknya lokasi yang strategis akan dikunjungi lebih banyak orang. Kenapa? Karena mudah dijangkau, sekalian lewat berangkat/pulang kerja, daaan masih banyak lagi alasannya. Intinya: mudah dicari dan dijangkau.
Tapi tentunya tempat strategis kan mahal sewanya, apalagi kalau beli.. Apa ada kesempatan buat yang ingin buka cafe kecil atau pemula? Bapak ibu, tahun lalu saya berkesempatan ngobrol dengan temannya teman istri saya, dan bertanya hal yang sama. Beliau ini adalah pemilik cafe di sebuah ruko premium Jakarta Utara. Dia bilang, jaman sekarang ini sewa tempat (yang bagus lokasinya) sudah gila-gilaan. Pertahun bisa ratusan juta hanya untuk sekelas ruko. Ditambah lagi ada satu atau dua pesaingnya (lokasi berdekatan) yang tutup di usia kurang dari 2 tahun, karena bayar sewa mahal. Expensiph!
Lha trus kenapa dia kok berani buka di lokasi mahal tadi? Pak bu, rupa-rupanya dia punya skill negosiasi yang handal. Kelihatan dari bahasa tubuh dan gaya bicaranya yang mantap. Berbekal skill ini, dia temuilah pemilik ruko yang ditaksir, lalu ia tawari kerjasama. Bentuknya semacam ini: lo punya tempat, gue punya konsep. Alhasil, dia berhasil meyakinkan si pemilik dan membuka cafe tanpa perlu bayar sewa! Ia keluar dari bayang-bayang uang sewa. Suatu nilai tambah yang bagus sekali! Para pesaing berjuang keras membayar sewa, beliau ini hanya perlu membayar bagi hasil, hehe. Tentu beda psikologisnya, pikiran akan lebih tenang dan mantap.
Jika mental belum siap ikuti jejak temannya teman istri saya tadi, dianjurkan untuk memilih opsi lain. Yaitu dengan memanfaatkan tempat milik sanak famili kita. Mungkin punya ortu, mertua, paman, sepupu, nenek, atau lainnya. Asalkan kamu jangan sekedar numpang, tapi harus ada nilai tambah dengan kehadiran kamu disitu. Jika tidak dalam bentuk uang, mungkin dengan menjaga atau merawat properti mereka. Ini meminjam lho, bukan minta.. Saya sendiri belajar buka cafe di tempat milik mertua hehehe. Mengumpulkan keberanian untuk membuka di tempat yang bukan milik famili, tentunya dengan resiko yang lebih besar! :)
Selamat membuka cafe!
Tampilkan postingan dengan label lokasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lokasi. Tampilkan semua postingan
30 Mei 2014
LOKASI, LOKASI, LOKASI!
19 Mar 2013
Persiapan Kopitiam
Seperti ngopi dengan gelas gagang jumbo. Gak ada habisnya!
Mempersiapkan sesuatu untuk pertama kalinya emang agak pusing. Seingat saya planning sudah disusun sedemikian rupa. Sedetail mungkin. Tapi masih ada aja yang kurang. Begini kiranya runutan persiapan kopitiam saya:
Mempersiapkan sesuatu untuk pertama kalinya emang agak pusing. Seingat saya planning sudah disusun sedemikian rupa. Sedetail mungkin. Tapi masih ada aja yang kurang. Begini kiranya runutan persiapan kopitiam saya:
- Pertama beli grinder dulu, sesuai anjuran om Cikopi di blognya. Sekalian beli beberapa jenis kopi arabika dan juga robusta. Cobain rasanya satu-satu, unik!
- Selanjutnya, mulai bikin konsep kopitiamnya seperti apa sambil susun menu. Om sarang kopi bilang, jangan andalkan kopi aja, tapi juga menu pendukung seperti makanan-makanan kecil. Jadilah saya kumpulkan menu minuman selain kopi dan makanan yang kira-kira unik dan enak. Seperti jipang (bahan dasar beras), kue sagu, dan roti bakar. Tapi ngga menutup kemungkinan akan mengulik menu-menu baru nantinya.
- Sambil coba-coba menu, saya nyicil belanja alat dan bahan. Nggak cuma kopi tapi juga teh seperti Dilmah dan Lipton. Susu pernah coba Dailyfresh, Bear Brand, Ultra, Indomilk, Diamond, Carnation, dll. Susu buat apa sih? Nah, menurut literatur blog pakar kopi, susu bisa mengangkat cita rasa kopi. Jadi makin maknyus gitu.
- Nah lokasi kedai nggak ketinggalan harus dipikirin. Saya dapat lokasi di sebuah foodcourt swalayan, Toko Yan. Lokasi di Curug, Kabupaten Tangerang. Konsep? Saya beranikan pakai desain coffee shop modern walaupun cuma dapat ruang 2x2m. Gambarnya? Nanti deh kalau sudah jadi aslinya.
- Budget yang diperkirakan cuma 20juta, bakal membengkak kalau aja semua mau dibeli. Ada beberapa alat yang awalnya masuk budget, saya coret. Karena kurang efektif dan efisien.
- Saya juga dianjurkan mengajak teman atau saudara yang hobi ngopi untuk tes menu. Sejauh ini baru istri saya yang bilang enak. Yang lain belum berani keras-keras kasi komen. Artinya belum memuaskan :D. Mesti latihan lagi.
- Karyawan juga penting direkrut. Untuk buka kedai kopi dengan konsisten, kita perlu sumber daya manusia yang cukup. Saat ini saya juga mencari karyawan lewat koneksi, dan jejaring sosial.
Nah, segitu dulu sharingnya. Semoga teman-teman yang ingin buka kedai kopi, atau mungkin yang sudah punya, bisa saling berbagi pengalaman.
Jaya Permana
di kantor istri
Tangerang
Langganan:
Postingan (Atom)