3 Mar 2013
Kedai Kopi
Sudah hampir pukul 1 pagi, dan saya masih belum juga berniat tidur. Setidaknya sebelum memposkan sesuatu di blog ini. Sayang sudah nganggur lama sekali. Saya senang membaca blog orang lain, tapi kali ini mungkin saya juga perlu menulis sesuatu.
Beberapa minggu ini, saya sedang "kuliti" blog www.cikopi.com. Menarik sekali bahasannya, kopi. Kebetulan memang saya dan istri senang ngopi. Awalnya coba-coba semacam Sta*buck dan BengSo*. Tapi rasa-rasanya dunia perkopian kok makin happening. Muncul berbagai macam warung kopi domestik semacam Kopi Oey, kepunyaan pak Bondan maknyus. Ditambah lagi pak Toni cikopi seperti meramalkan bahwa kedai-kedai lokal yang menjual kopi asli Indonesia akan semakin disambut.
Berangkat dari membaca blog cikopi dan browsing-browsing itulah, saya seperti kesetrum. Timbul semangat untuk terjun ke dalam dunia hitam perkopian. Saya kepingin buka kedai kopi. Minimal seperti kedainya pak Bondan. Walaupun tidak terlalu besar tempatnya, tapi sangat menarik. Disamping harga menu-menunya terbilang cukup terjangkau, walau di dompet cuma ada sisa uang gaji bulan kemarin hehehe.
Saya kemudian browsing mengenai "kopitiam", dan merasa agak kuciwa, karena sedikit sekali informasi yang saya cari. Tentang bagaimana memulai kedai kopi tradisional tersebut. Apa yang perlu disiapkan, berapa budget yang pantas saya siapkan, dan juga peralatan apa yang kira-kira akan mendongkrak penjualan nantinya. Nah, ada satu situs yang lumayan memberi gambaran untuk membuka kedai kopi, sarangkopi.com. Situs ini memberi arahan seperti: mau konsep kedai seperti apa, apa saja yang perlu disiapkan, dan bagaimana mendapatkan alat dan bahan-bahannya.
Melalui tulisan ini saya mencoba berbagi informasi mengenai bagaimana memulai bisnis kedai kopi tradisional dengan cara seduh manual dan dengan bahan-bahan lokal. Semoga dalam waktu dekat akan ada ilham baru untuk menulis edisi lanjutan blog ini.
Mari tidur, sudah pagi.
Jaya Permana
Tangerang 15710